• Sabtu, 1 Oktober 2022

Prof Zainal Jadi Pembicara di Sekolah Teologia GPdI Toraja

Saf
- Jumat, 23 September 2022 | 09:30 WIB
Prof Zainal Abidin menjadi pembicara dalam kegiatan di sekolah Teologis GPdI, Toraja  (FKUB Sulteng)
Prof Zainal Abidin menjadi pembicara dalam kegiatan di sekolah Teologis GPdI, Toraja (FKUB Sulteng)

KABAR INSPIRASI - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Prof. KH. Zainal Abidin didapuk menjadi pembicara di Sekolah Teologia Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Toraja, di Desa Rinding Batu, Kecamatan Kesu, pada Kamis, (22/9) malam.

Prof Zainal dalam kesempatan itu menyampaikan beberapa gagasan dan pemikiran terkait wawasan kebangsaan kepada puluhan siswa yang nantinya akan menjadi pemimpin agamanya. Ia menekankan bahwa tujuan seluruh anak bangsa untuk membangun persaudaraan kemanusiaan dan persaudaraan antar umat beragama adalah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Mari kita membangun persaudaraan kemanusiaan. Untuk apa itu supaya negara kesatuan republik Indonesia ini tetap utuh dan kita tetap bersahabat. Membangun persaudaraan kemanusiaan, membangun persaudaraan antar umat beragama untuk menjaga keutuhan republik Indonesia" kata Prof. Zainal Abidin.

Baca Juga: Connie Rahakundini Minta Presiden Tindak Tegas Jenderal Dudung

Rais Syuriyah PBNU memaknai bahwa warga bangsa diberikan kebebasan beragama, dipahami sebagai kebebasan beragama dengan cara menghargai dan menghormati hak orang lain. Lebih jauh ia menjelaskan mengembangkan ajaran agama, dan mendakwahkannya dibolehkan sebagai kebebasan beragama. Tetapi kata dia, beragama dengan cara menghargai dan menghormati orang yang berbeda keyakinan keagamaan.

"Hargai perbedaan itu karena dengan perbedaan itu kita bisa bersatupadu dan bisa bersaudara, dan dengan keluasan wawasan kita tidak saling menghina meskipun memiliki perbedaan dan lebih mengedapankan persamaan" imbuhnya.

Ketua MUI Kota Palu itu menyatakan mengakui agama yang dianut adalah wajib. Karena menurut dia tidak mungkin seseorang beragama kalau tidak percaya apa yang dianutnya itu benar. Tetapi lanjut dia, yang tidak boleh itu adalah menyalahkan keyakinan atau agama orang lain.

Baca Juga: Nikita Mirzani Sebut Najwa Shihab Barisan Sakit Hati Gagal Menteri, Netizen : Lagi Cari Makan Geng

"Harus memahami perbedaan,
Kalau anda tidak bisa menghargai dan menghormati orang lain karena berbeda agama maka hormatilah bahwa dia cipataan Tuhan" jelasnya.

Halaman:

Editor: Saf

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Intip Harga Mobil Bekas Daihatsu Terios

Kamis, 29 September 2022 | 15:46 WIB

Pohon Tegakan Dipertahankan, Land Clearing Dipercepat

Rabu, 28 September 2022 | 21:08 WIB

Rela Panjat Pohon Mau Ketemu Presiden Joko Widodo

Rabu, 28 September 2022 | 15:50 WIB

Simak Peluncuran Suzuki Carry EECO!

Rabu, 28 September 2022 | 14:39 WIB
X