Jokowi : Perubahan Dunia Sulit Diprediksi, Gubernur Rusdy : Sulteng Siap Soal Pangan

lib
- Jumat, 30 September 2022 | 14:15 WIB
Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura saat berdialog dengan Bupati Poso, Verna Gladis Inkiriwang. (Foto : Biro Adpim Setdaprov Sulteng)
Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura saat berdialog dengan Bupati Poso, Verna Gladis Inkiriwang. (Foto : Biro Adpim Setdaprov Sulteng)

KABAR INSPIRASI - Di depan pejabat negara kementerian, kepala lembaga, kepala daerah, Pangdam dan Kapolda se Indonesia Presiden Joko Widodo mengingatkan saat ini dunia dilanda ketidapastian dan sulit diprediksi. Pernyataan presiden ini sudah sekian kali, terakhir 29 September 2022 di Jakarta Convention Center Jakarta.

‘’Tiap hari kita mendengar mengenai krisis pangan. Bayangkan, 345 juta orang di 82 negara menderita kekurangan pangan akut dan ini yang betul-betul mengenaskan. 19.700 orang setiap hari meninggal karena kelaparan,” sebut Jokowi.

Menurut Presiden, Indonesia patut bersyukur karena mendapatkan sertifikat pengakuan, memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dari International Rice Research Institute yang juga didampingi oleh FAO.

Baca Juga: Memahami Uraian Maulid Nabi dengan Benar, Ini Penjelasan Quraish Shihab

‘’Jangan senang dulu karena di dunia penuh dengan ketidakpastian krisis pangan, krisis energi dan kita baru saja menyesuaikan harga BBM. Tapi jika dibandingkan dengan negara-negara lain harga sampai sampai 30.000, gas bahkan bisa naik sampai 500%. Kalau kita baca, baik di media sosial dan media cetak mengenai resesi global, kita tidak tahu badai besarnya seperti apa, apalagi urusan perang di Ukraina lebih sulit lagi dihitung kapan selesainya,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, Imbas terbesar adalah inflasi kenaikan barang dan jasa semua. oleh sebab itu kita harus kompak, harus bersatu dari pusat, provinsi, kabupaten, kota sampai ke bawah dan semua kementerian lembaga.

Baca Juga: BNN Sulteng Gandeng Alfamidi Perangi Narkoba

“Saya senang Bank sentral kita BI dan kementerian keuangan, Kemenko semua berjalan beriringan. yang kita takuti sekarang ini adalah inflasi dari pangan bahan makanan dan menjadi kontributor terbesar inflasi,” sebut Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden Jokowi menyatakan bangsa Indonesia harus hati-hati untuk urusan pangan, urusan tomat, urusan tahu, urusan mie instan urusan tempe dan beras.

Halaman:

Editor: lib

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Dia Informasi Pendaftaran PPPK Kemenag

Sabtu, 26 November 2022 | 05:10 WIB

Hore, Kemenag Segera Cairkan TPG PAI Non PNS

Jumat, 25 November 2022 | 20:57 WIB
X